MAKALAH
MANAJEMEN PENDIDIKAN
KONSEP DASAR MANAJEMEN
Dosen Pembimbing
: Tri Mulat M. Pd.I
![]() |
Tugas ini di ajukan untuk memenuhi tugas mata
kuliah”MANAJEMEN PENDIDIKAN”
Di susun oleh :
M SOINUN
AMRILLAH
SEMESTER
VII A
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI
Jl. KH. Sufyan
Tsauri Po Box 18 Majenang Tlp. (0280) 623562 Cilacap
TAHUN
AKADEMIK 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan
taufiq-Nya makalah ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam tak lupa
penulis haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa agama
islam dari zaman jahiliyah sampe ke zaman yang terang benderang.
Makalah
ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah “MANAJEMEN PENDIDIKAN” yang yang
di ampu oleh Bapak Dosen Tri mulat M. Pd. I dengan judul “ KONSEP DASAR
MANAJEMEN”.
Kepada
semua pihak, khususnya Dosen Pengampu/Pembimbing yang telah memberikan tugas
kepada penulis dalam penyusunan makalah ini, penulis menyampaikan rasa terima
kasih yang sedalam-dalamnya. Harapan penulis, semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat serta menambah wawasan khususnya bagi pribadi penulis
sendiri. Tak lupa, kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan
demi perbaikan/koreksi makalah ini agar menjadi lebih baik.
Majenang,
22 September 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR
ISI ................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG ........................................................................... 1
B. RUMUSAN
MASALAH ...................................................................... 2
C. TUJUAN
PENULISAN ........................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
ADMINISTRASI ............................................................ 3
B. PENGERTIAN
ORGANISASI ............................................................... 5
C. PENGERTIAN
MANAJEMEN .............................................................. 6
D. HAKEKAT
MANAJEMEN .................................................................. 7
E. MANAJEMEN
SEBAGAI SISTEM ...................................................... 8
BAB
II PENUTUP ........................................................................................... 10
DAFTAR
PUSTAKA ...................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Suatu organisasi yang menjalankan sejumlah aktivitas memulai kegiatannya
dengan melakukan proses perencanaan. Perencanaan dilakukan melalui aktivitas yang
melibatkan individu-individu. Aktivitas inidividu ini diarahkan untuk mencapai
tujuan organisasi. Yang sering dilakukan adalah adanya kesadaran individu
sebagai makhluk juga mempunyai keinginan-keinginan atau tujuan pibadi. Tujuan
pribadi seseorang bisa selaras dengan tujuan organisasi, bisa juga tidak
selaras. Ketidakselarasan tujuan mengakibatkan tujuan organisasi atau tujuan
individu tidak tercapai. Untuk itu diperlukan suatu pengendali kerja sehingga
tujuan individu bisa selaras dengan tujuan organisasi. Salah satu alat untuk
mencapai hal tersebut adalah adanya sistem pengendalian manajemen yang baik.
Selain itu juga dengan menggunakan
manajemen pendidikan yang baik merupakan alternatif strategis untuk
meningkatkan kualitas pendidikan. Peningkatan
kualitas pendidikan bukanlah tugas yang ringan, karena tidak hanya berkaitan
dengan permasalahan teknis, tetapi mencakup berbagai persoalan yang rumit dan
kompleks, sehingga menuntut manajemen pendidikan yang lebih baik. Sayangnya,
selama ini aspek manajemen pendidikan pada berbagai tingkat dan satuan
pendidikan belum mendapat perhatian yang serius, sehingga seluruh komponen
sistem pendidikan kurang berfungsi dengan baik. Lemahnya manajemen pendidikan
juga memberikan dampak terhadap efisiensi internal pendidikan yang terlihat
dari jumlah peserta didik yang mengulang dan putus sekolah. Dari
permasalahan-permasalahan tersebut dapat dilihat bahwa belum mengenanya peran
dari manajemen karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya manajemen.
Dari permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan,
khususnya dalam pendidikan islam perlu
pengelolaan atau manajemen yang sebaik-baiknya, sebab jika tidak bukan hanya
gambaran negatif tentang pendidikan Islam yang ada pada masyarakat akan tetap
melekat dan sulit dihilangkan bahkan mungkin Pendidikan Islam yang hak itu akan
hancur oleh kebathilan yang dikelola dan tersusun rapi yang berada di
sekelilingnya, sebagaimana dikemukakan Ali bin Abi Thalib :”kebenaran
yang tidak terorganisir dengan rapi akan dihancurkan oleh kebathilan yang
tersusun rapi”.
Dalam makalah ini akan di bahas tentang konsep dasar manajemen pendidikan,
sebagai pengantar materi pertama dalam Mata Kuliah Manajemen Pendidikan.
B. RUMUSAN
MASALAH
Agar pembahasan tidak
melebar dari pokok masalah, maka penulis menentukan rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa
pengertian administrasi, organisasi, dan manajemen?
2. Apa
hakekat manajemen ?
3. Mengapa
manajemen sebagai sistem?
C. TUJUN
Adapun tujuan penulisan
makalah ini adalah :
1. Agar
pembaca dapat mengerti apa itu administrasi,
organisasi dan manajemen.
2. Agar
pembaca dapat mengerti apa itu hakikat manajemen.
3. Agr
pembaca dapat mengetahui mengapa manajemen sebagai sistem.
BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP DASAR
MANAJEMEN
A. PENGERTIAN
ADMINISTRASI
Administrasi
berasal dari bahasa latin, terdiri dari kata ad artinya intensif dan ministrare
yang artinya melayani, jadi secara etimologis administrasi adalah melayani
secara intensif.[1]
Administrasi adalah usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan
kebijaksanaan untuk mencapai tujuan. Administrasi
dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi: catat-mencatat,
surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang
bersifat teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas adalah seluruh
proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan
memanfaatkan sarana prasarana tertentu secara berdaya guna (berkemampuan
mendatangkan hasil dan manfaat; bertepat guna; efisien)
dan berhasil guna.[2]
Adapun pengertian Administrasi
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebagai berikut:
1.
Usaha dan kegiatan yang meliputi penetapan tujuan
serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi;
2.
Usaha dan kegiatan yang berkaitan dengan
penyelenggaraan kebijakan untuk mencapai tujuan;
3.
Kegiatan yangg berkaitan dengan penyelenggaraan
pemerintahan;
4.
Kegiatan kantor dan tata usaha;
Menurut para ahli Administrasi adalah
sebagai berikut, menurut Lhuter Gulick dalam bukunya “Paper on the Science of Administration” mengatakan bahwa
administrasi bertalian dengan pelaksanaan kerja dengan pencapaian tujuan-tjuan
yang telah ditentukan. Menurut W.H Newman dalam bukunya “Administrative action” mengatakan bahwa Administrasi adalah
pembimbingan kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang-orang
ke arah pencapaian tujuan bersama. Sedangkan menurut John M. Pfiffner dalam
bukunya “Public Administration” mengatakan
bahwa administrasi dapat dirumuskan sebagai pengorganisasian dan pengarahan
sumber manusia/tenaga kerja dan materi untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.[3]
Terlihat dari definisi-definisi di atas
terlihat bahwa unsur dalam administrasi adalah:
1.
Adanya tujuan yang
sudah di tetapkan terlebih dahulu.
2.
Tujuan itu dapat
dicapai atau diperoleh melalui kegiatan orang lain, dengan demikian ada atasan
dan bawahan.
3.
Karena kegiatan itu
memulai bantuan orang lain, maka perlu diadakan bimbingan dan pengawasan.
Dengan demikian administrasi dapat ditinjau dari tiga
sudut yaitu:
1.
Sudut proses, berati
administrasi adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan,
dimulai dari pada proses pemikiran, proses pelaksanaan sampai proses
tercapainya tujuan.
2.
Sudut fungsionil,
berarti bahwa dalam segala kehiatan dalam mencapai tujuan yang telah
ditentukan, diperlukan fungsi-fungsi atau tugas-tugas tertentu meliputi
planning, organizing, stafing, directing dan controling.
3.
Sudut institusional,
berarti administrasi dianggap sebagai totalitas kelembagaan, dimana dalam
lembaga itu terdapat kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan.
Kegiatan itu bersifat menyeluruh artinya dimulai dari tingkat atas sampai
dengan tingkat bawah.
B. PENGERTIAN
ORGANISASI
Secara
etimologi Organisasi berasal dari kata organon
yang berarti alat.[4] Organisasi
adalah suatu sistem kerjasama dari pada sekelompok orang untuk mencapai tujuan
bersama. Organisasi juga merupakan
hubungan-hubungan yang terpolakan diantara orang-orang berurusan dengan
aktivitas-aktivitas ketergantungan yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu.[5]
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Organisasi yaitu 1. kesatuan (susunan dsb) yg terdiri atas
bagian-bagian (orang dsb) dalam perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu; 2.
kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan
bersama;
Organisasi merupakan suatu unit satuan sosial yang dikoordinasikan
dengan sadar, yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang berfungsi atas dasar
yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan atau serangkaian tujuan
bersama.
Pengertian Organisasi telah banyak disampaikan oleh para
ahli, akan tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan prinsip, dan sebagai bahan
perbandingan akan sampaikan beberapa pendapat para ahli sebagai berikut.
1. Chester I.Barnard (1938) dalam
bukunya ”The Executive Functions” Organisasi adalah sistem kerja sama antara
dua orang ata lebih. (I define
organization as a system of cooperatives of two more persone)
2. James D. Mooney “Organization
is the form of every human assocition for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerja sama untuk
mencapai tujuan bersama).
Orang mendirikan organisasi karena adanya beberapa
tujuan. Tujuan itu hanya dapat dicapai melaui tindakan yang harus dilakukan
dengan tujuan bersama. Atau dengan kata lain manusia memenuhi kebutuhannya
tidak dapat dipenuhi dari dirinya sendiri, maka timbullah organisasi.
Organisasi adalah merupakan alat atau wadah dari sekelompok orang yang berkerja
sama dengan terkoordinasi dengan cara yang terstruktur, untuk mencapai tujuan
tertentu.[6]
Dari
pengertian di atas dalam organisasi terdapat unsur-unsur kerja sama,
idividu-individu yang tergabung dalam kelompok dan tujuan yang hendak dicapai,
adanya aktivitas-aktivitas, serta adanya daling ketergantungan antar individu
dan kelompok.
C. PENGERTIAN
MANAJEMEN
Manajemen
berasal dari kata to manage yang berarti mengatur (mengelola).[7]sedangkan
pengertian manajemen menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) manajemen
adalah :
1. Penggunaan sumber daya secara efektif untuk
mencapai sasaran;
2. Pimpinan
yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi;
Banyak para ahli yang mengemukakan tentang
mamajemen. Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian manajemen dibawah inidikemukakan
beberapa pendapat para ahlimengenai manajemen sebagai berikut:
Terry
berpendapat dalam bukunya The Principle
manajement sebagai berikut “Manajement
is performance of conceiving and achieving desired results by means of grouf
efforts consisting of utiliting human tallen and resources”. Manajemen
adalah kemampuan mengerahkan dan menggerakkan untuk mencapai suatu hasil yang
diinginkan dari kelompok manusia dengan menggunakan potensi-potensi sumber daya
manusia dan sumberdaya lainnya. Sedang Ulbert Silalahi mengartika manajemen
sebagai kegiatan mendayagunakan sumber-sumber (manusia dan non manusia) dan
tugas melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengatura staf, pimpinan
dan pengontrolan sehingga individu atau kelompok yang berkerja sama, bekerja
secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi. [8]
Dari
pendapat para ahli di atas, manajemen dapat dipandang dari tiga aspek yaitu
manajemen sebagai ilamu, menajemen sebagai kiat/cara/seni,dan manajemen sebagai
profesi.
Manajemen
diperlukan untuk mengatur aktivitas dalam suatu organisasi agar efektif dan
efisien. Untuk itu diperluka seoran manajer yang dalam pekerjaannya diharuskan
memiliki keahlian manajerial (Manajerial
skill) dan menjalankan peranannya
dalam organisasi.
D.
HAKIKAT MANAJEMEN
Dalam pendidikan formal kepala sekolah dapat berperan sebagai
administrator, manajer, dan supervisor. Ini berarti organisasi sekolah
melaksanakan administrasi, manajemen, dan supervise. Begitu pula halnya dengan
organisasi-organisasi lain pada hakikatnya melaksanakan ketiga aktivitas
tersebut. Keluarga misalnya adalah organisasi yang melaksanakan administrasi
yaitu suatu aktivitas yang mengupayakan kesejahteraan keluarga lahir batin,
termasuk memberi pendidikan kepada anak-anak mereka. Keluarga juga melakukan manajemen
pendidikan tatkala mereka memikirkan buku-buku apa saja yang perlu disediakan
bagi anak-anak, permainan-permainan macam mana yang baik, bagaimana cara
mendisiplinkan anak, dan sebagainya. Dan dalam proses pendidikan itu silih
berganti bapak dan ibu melakukan supervise. Ibu akan menjadi supervisor dalam
memperingati bapak yang salah mendidik putranya, sebaliknya bapak akan menjadi
supervisor dalam membina istri tentang cara mendidik putra.[9]
Ramayulis menyatakan bahwa hakikat
manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini merupakan
derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat
dalam Al Qur’an seperti firman Allah SWT :
Yang Artinya : Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan)
itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu (Al Sajdah : 05).
Dari isi kandungan ayat di atas dapatlah diketahui bahwa Allah swt adalah
pengatur alam (manager). Keteraturan alam raya ini merupakan bukti
kebesaran Allah swt dalam mengelola alam ini. Namun, karena manusia yang
diciptakan Allah SWT telah dijadaikan sebagai khalifah di bumi, maka dia harus
mengatur dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya sebagaimana Allah mengatur
alam raya ini.
E.
MANAJEMEN SEBAGAI SISTEM
Manajemen sebagai suatu sistem (management as a
system) adalah kerangka kerja yang terdiri dari beberapa komponen/bagian,
secara keseluruhan saling berkaitan dan diorganisir sedemikian rupa dalam
rangka mencapai tujuan organisasi.
Beberapa ahli memepunyai pendapat yang berbeda-beda
tentang pengertian sistem. Ada yang berpendapat bahwa
sistem adalah prosedur logis dan rasional
untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi
sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai
suatu tujuan yang telah ditentukan (L. James Havery). Selain itu ada pula yang
berpendapat sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari
fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan
organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan
efesien (John Mc Manama).[10]
Sistem
adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan
Seperangkat tujuan (C.W Churchman). Ada juga pendapat yang serupa yang mengatakan bahwa sistem adalah seperangkat
bagian-bagian yang saling berhubungan(J.C.
Hinggins). Ada juga yang mendefinisikannya sebagai suatu seri atau rangkaian bagian-bagian
yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehinggainteraksi dan
saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan (Edgar F
Husedan JamesL. Bowdict ).
Semetara itu terdapat
berbagai pendapat tentang pengertian manajemen, walaupun pada dasarnya
mempunyai makna yang sama.Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa manajemen
adalah sebagai suatu seni untuk mendapatkan segala sesuatu yang dilakukan oleh
orang lain. Pendapat ini berkembang berdasar kenyataan bahwa pemimpin mencapai
tujuan oraganisasi dengan cara mengatur orang lain untuk melakukan pekerjaan
yang diperlukan, tanpa harus melakukan
pekerjaan sendiri.
Manajemen
merupakan praktik spesifik yang mengubah sekumpulan orang menjadi kelompok yang
efektif, berorientasi pada tujuan dan produktif. Pendapat lain berpandangan bahwa manajemen
merupakan suatu prosesmenggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan
organisasi melalui fungsi planning
dan decision making, organizing, leading dan controlling. Manajemen juga
dikatakan sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, meminpin dan mengawasi pekerjaan anggota organisasi
dan menggunakan semua sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai
tujuan organisasi yang dinyatakan dengan jelas (Stoner dan Foreman, 1992).
Terdapat pula pendapat yang menyatakan manajemen sebgai suatu proses untuk
membuat aktivitas terselesaikan secara efektif dan efisien dengan melalui orang lain. Efisiensi menunjukkan hubungan antara
input dan output dengan mencari biaya sumber daya minimum,
sedangkan efektif menunjukkan makna pencapaian tujuanyang telah ditetapkan sebelumnya (RobbinsdanCoultar , 1996). Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen adalah satu kesatuan yang
saling berhubungan dalam organisasi yang digunakan dalam mencapai tujuan
organisasi secaraefektif dan efisien.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Manajemen dalam arti luas/umum adalah suatu proses
pencapaian tujuan dengan mempergunakan kegiatan orang lain. Pencapaian tujuan
itu dapat dicapai melalui kegiatan atau proses serta dengan mengguakan
setruktur.
Manajemen dalam arti struktur disebut organisasi.
Sehingga manajemen bisa diterjemahkan menjadi organisasi dan tata laksana. Dan
supaya tujuan yang ditetapkan lebih dahulu tercapai dengan baik, dibutuhkan
kegiatan tulis-menulis atau administrasi
yang teratur dan rapih.
Hakikat manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini
merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat
dalam Al Qur’an seperti firman Allah SWT Yang Artinya : Dia mengatur urusan
dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang
kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Al Sajdah : 05).
Manajemen sebagai suatu sistem (management as a
system) adalah kerangka kerja yang terdiri dari beberapa komponen/bagian,
secara keseluruhan saling berkaitan dan diorganisir sedemikian rupa dalam
rangka mencapai tujuan organisasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Siagian,
Drs. H, 1983. Manajemen sebagai pengantar,
Bandung: Alumni
Prihatin,
Eka, Dr., 2011, Teori Administrasi
Pendidikan, Bandung: Alfabeta
Kennet,
N Wekley; Gary A. Yukl, 1992, Perilaku
Organisasi dan Psikologi Personalia, Jakarta: Rrineka Cipta
Syarifudin,Dr.H.E.,
2011, Panajemen pendidikan, Jakarta:
Diadit Media
Wilujeng,
sri, S.P., 2007, Pengantar Manajemen,
Yogyakarta: Graha Ilmu
Made,
Pidarta,1988, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta:PT Bina Aksara
http://id.scribd.com/doc/118572300/Manajemen-Sebagai-Suatu-Sistem
[1] Drs, H Siagian,
1983, manajemen sebagai pengantar, Bandung: Alumni h.19
[3] Drs, H Siagian,
1983, manajemen sebagai pengantar, Bandung: Alumni h.19
[4] Dr, Prihatin
Eka, 2011, Teori Administrasi Pendidikan, Bandung: Alfabeta h.88
[5]
Kennet, N Wekley; Gary A. Yukl, 1992, Perilaku Organisasi dan Psikologi
Personalia, Jakarta: Rrineka Cipta h.13
[6] Wilujeng
sri, 2007, Pengantar Manajemen, Yogyakarta:Graha Ilmu h.11
[7] Wilujeng
sri, 2007, Pengantar Manajemen, Yogyakarta:Graha Ilmu h.11
[8]
Syarifudin, 2011, manajemen pendidikan, Jakarta: Diadit Media h.1
[10] http://id.scribd.com/doc/118572300/Manajemen-Sebagai-Suatu-Sistem,
24/09/2014, jam 09.12